| camp pengungsi |
"
Situasi di camp pengungsi setengah jam setelah Gunung Merapi memuntahkan awan panas yang biasa disebut "Wedus Gembel"
"Wedus gembel" alias "domba gimbal" bernama ilmiah pyroclastic density flow. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio menyatakan, 'wedus gembel tak lain adalah awan panas yang berisi material-material muntahan Gunung Merapi saat meletus. Batu-batu dengan ukuran besar, kerikil dan juga abu yang menjadi satu dengas gas, bergerak ke perbukitan yang ada di sisi Gunung Merapi.
Karena gerakan dari muntahan Merapi tersebut tak teratur seakan akan bergumpal gumpal dan berwarna putih dan dari jarak jauh seperti bulu wedus gembel [domba gembel] maka warga setempat menamakannya 'wedus gembel'.
| Terlelap |
Awan panas ini yang akhirnya menyapu bersih tempat tinggal para warga di daerah lereng Merapi. Selain tempat tinggal, ladang, dan hewan ternak, kejadian ini juga mengakibatkan puluhan warga lereng Merapi kehilangan nyawanya. Salah satu korban meninggal akibat keganasan "wedus gembel" adalah seorang juru kunci Merapi yaitu Mbah Marijan.
Warga yang berhasil dievakuasi akhirnya selamat dari bencana erupsi Merapi. Mereka ditampung di salah satu lokasi pengungsian Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Saat saya dan beberapa teman mengunjungi lokasi pengungsian tersebut, belum banyak bantuan yang diberikan kepada para pengungsi. bahkan tempat tersebut masih tidak mampu menampung seluruh warga. beberapa relawan dari berbagai pihak mulai datang beberapa jam kemudian. Bantuan tersebut berupa selimut, makanan, air minum, dan obat-obatan.
Warga yang berada di Camp tersebut kemungkinan akan tetap berada di sana sampai Merapi dinyatakan aman oleh pihak BMKG.
Sumber: Vivanews

