Entri Populer

Kamis, 30 Desember 2010

Batik Tulis Indonesia



Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.
Sumber lain menyebutkan bahwa batik berasal dari istilah bahasa jawa "niba" yang artinya lilin/malam (cairan untuk membuat pola) dan "nitik" yang artinya kurang lebih menulis/ menggambar/ mewarnai pola. Jadi yang disebut batik sebenarnya adalah proses pembuatan menggambar/ mewarnai dengan menggunakan cairan lilin dengan cara ditulis/ digambar (dengan menggunakan canting).
Seni batik adalah satu kaedah reka bentuk dan pencorakan tekstil yang diaasaskan kepada penggunaan lilin dan pewarna. Lilin digunakan sebagai pemisah warna yang dilukis atau diterap ke atas permukaan tekstil. Warna kemudiannya disampaikan kepada tekstil samada dengan kaedah celupan atau menggunakan berus. Seni batik unik dan istimewa kerana tidak ada sehelai batik yang sama dengan yang lain sekalipun menggunakan blok cap dan warna yang sama. Keunikan setiap helai ini tambah terserlah dalam seni batik tulis.

•Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Proses pengerjaan detail yaitu membuat desain, memindahkan desain ke kain, menyanting, mewarnai, melorot, baru terakhir menjahitnya.

Corak batik
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Cara pembuatan
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Keunggulan Batik Tulis
1.Jika batik tulis permukaan kain dibolak balik kualitas warnanya sama karena teknik pewarnaannya dengan pencelupan.
2.Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.
3.Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.
4.Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus.
5.Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan).
6.Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.

sumber:wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar