Sebanyak 18 klub ISL diajak oleh Arifin Panigoro untuk mengikuti IPL yang dibentuk demi menuju sepakbola indonesia yang profesional, yaitu klub bisa berdiri sendiri tanpa bantuan APBD.
Jelas sebagai induk semang sepakbola nasional, PSSI bak kebakaran jenggot melihat terobosan Arifin itu. Maka Nurdin pun langsung "mengharamkan" klub-klub di Indonesia terutama di ISL untuk ikut serta dalam LPI.
Menurut Nurdin PSSI tetap mengacu pada pada aturan FIFA dalam menentukan sikap. Yaitu setiap bentuk kompetisi atau turnamen yang ada harus terdaftar dengan aturan federasi setempat. Maka jelas LPI yang merupakan pesaing ISL-nya PSSI tak akan diakui oleh FIFA."Itu sesuai dengan regulasi PSSI dan FIFA. Keanggotannya hanya bisa diputihkan melalui kongres, tentunya dengan berbagai catatan," ujar Nurdin dalam acara ramah tamah di rumahnya, Cibubur, Jakarta, Senin (20/9.
"Sebagai bentuk tindak lanjut dari kebijakan tersebut, PSSI akan membicarakan ulang soal teknis kompetisi. Termasuk dalam mengelola pemasukan klub. Itu bisa berujung soal pembicaraan keuntungan kompetisi," pungkasnya.
Undang FIFA
Sementara itu, guna mengatasi kekisruhan sistem pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi sepakbola nasional di Indonesia, pemerintah diimbau agar mengundang petinggi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) ke Indonesia untuk memberikan pemaparannya tentang persepakbolaan di suatu negara.
"Sebaiknya pemerintah dalam hal ini MPR/DPR, Kantor Menpora atau KONI/KOI mengundang petinggi FIFA untuk memberikan pemaparan dalam sebuah rapat besar, entah itu berbentuk seminar atau apa pun namanya agar sepakbola kita benar-benar bisa dibenahi," ujar pengamat Effendy Gozali di Jakarta.
Hal itu dikatakan Effendy terkait dengan kekisruhan sistem penyelenggaraan kompetisi antara PSSI dengan LPI. Penyelenggara LPI berpandangan bahwa kompetisi yang mereka lakukan sama sekali tak akan mengganggu kompetisi yang telah ada dan berada di bawah naungan PSSI yang dikelola PT Liga Indonesia.
PSSI bersikukuh bahwa setiap penyelenggaraan kompetisi di Tanah Air harus sepengetahuan dan seizin PSSI dan mengancam akan mencoret setiap klub anggota PSSI yang mengikuti sebuah kompetisi yang berada di luar naungan PSSI sesuai Statuta FIFA dan PSSI.
Effendy Gozali mengingatkan bahwa buruknya persepakbolaan nasional sudah sedemikian parah sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun harus turun tangan berkeinginan membenahi dengan menggelar Kongres Sepakbola Nasional (KSN) belum lama ini.
Effendy yang turut mengamati jalannya KSN di Malang pada beberapa bulan lalu mengingatkan agar kondisi seperti sekarang ini jangan dibiarkan berlarut-larut. "Pemerintah dengan segala komponennya harus peka terhadap persoalan ini. Sistem persepakbolaan kita benar-benar harus dibenahi untuk menjadi kondusif, siapa pun pengurusnya," Demikian Effendy Gozali.
Detik-Antara | Global | Jakarta

saya mendukung LPI,dengan adanya LPI liga kita akan berkembang dan mungkin akan menjadi idustri sepakbola seperti di luar negeri.
BalasHapus