Entri Populer
-
Desain gambar tugu dan singa Malang yang digoreskan dalam nuansa batik Malangan dan menjadi lambang warga daerah itu, dalam waktu dekat in...
-
" Prambanan" " Relif Candi Prambanan" Candi Prambanan merupakan Candi Hindu terbesar yang...
-
Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sebagai kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi...
-
Lambang kota malang tahun 1914 Kebanyakan dari kita apabila mendengar nama Kota Malang akan mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya "...
-
"Sang Penari" Salah satu kesenian dan budaya Indonesia yang dihelat oleh Pemerintah Kota Batu Malang sangat mengesankan selain me...
-
Nama Jahe, sebenarnya diambil dari Bahasa Jawa ‘Pejahe’ yang berarti meninggal dunia. Nama itu muncul, setelah sekitar satu regu tentara (...
-
Bahasa Walikan merupakan ciri khas dari Arek Malang,walaupun diberbagai daerah juga ada bahasa walikan,tetapi bahasa yang digunakan arek-a...
-
Apakah anda termasuk orang yang banyak pakaian tapi tidak tahu mau pakaian apa. Kalau iya sepertinya anda harus merubah cara pandang dan be...
-
Sepatu berhak tinggi (high heel), sepatu berhak rucing dan tinggi (stiletto) dan sepatu bersol tebal dan tinggi (wedges) saat ini memang jad...
-
Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru" yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "ta...
Kamis, 30 Desember 2010
Pengaruh Komunikasi Melalui SMS (Short Messages Service)
ARTI KOMUNIKASI
Komunikasi merupakan pemberitahuan sesuatu (pesan) dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan suatu media atau upaya untuk menyampaikan pendapat, menyatakan perasaan, menyampaikan informasi dsb, agar diketahui atau dipahami oleh orang lain.
Komunikasi dilakukan oleh pihak yang memberitahukan (komunikator) kepada pihak penerima (komunikan). Komunikasi efektif tejadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi.
SMS (Short Messages Service)
SMS - Short Messaging Service sebuah protokol yang memungkinkan pesan teks melalui ponsel. Ini merupakan layanan pesan teks yang memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan singkat (160 karakter) untuk pengguna lain. Sebuah layanan sangat populer, terutama di kalangan anak muda, dengan 400 miliar pesan SMS dikirim di seluruh dunia pada tahun 2002. Saat ini, layanan SMS ini telah datang ke pertumbuhan besar dalam industri, dan menjadi nilai tambah layanan kepada masyarakat. SMS sudah menjadi bagian pasti dari kehidupan sehari-hari para pengguna ponsel dibandingkan dengan fitur yang lain.
Pengaruh SMS (Short Messages Service) pada masyarakat
Pada dasarnya, SMS menyerupai konsep konstruksi virtual. Dimana kehadiran SMS mampu melanggar konsep masyarakat dalam sosiologi yang berbasiskan wilayah geografik (teritorial). Selain itu, pola hubungan sesama pengguna SMS tidak mensyaratkan adanya interaksi langsung antar mereka, sehingga terdapat proses yang kurang sempurna dalam interaksi sosiologis.
Pola interaksi yang sebelumnya mengharuskan bertemu tatap muka dengan seseorang, tergantikan sudah melalui komunikasi via gelombang, mesin, atau kabel. Disanalah terjadi proses munculnya simbol-simbol baru yang beragam makna, menggeser esksistensi pola interaksi sebelumnya. Bentuk-bentuk komunikasi baru menjadi sangat tergantung dengan wahana teknologinya. Dalam hal ini, SMS berbasis komunikasi teks dan pencitraan yang di bangun dari rangkaian karakter-karakter huruf dan atau tanda baca tulis tertentu.
Pada SMS, keformalan menjadi bergeser menuju ketakformalan. Hal ini mengingat keterbatasan karakter yang diperbolehkan pada suatu ponsel, sehingga aspek-aspek formal yang cenderung lama dan penuh basa-basi menjadi luntur. Unsur-unsur yang merujuk pada adanya stratifikasi sosial mencair menjadi lebih egaliter. Di lain sisi, SMS juga memperlemah unsur dramaturgi dalam pola interaksi antar individu. Kendati demikian, kesederhanaannya itulah yang membuatnya menjadi amat efektif. Dalam konteks ini, SMS menunjukkan kemiripannya kembali dengan beberapa wahana lain dalam ruang virtual
Mengacu pada perspektif David McClelland, bahwa dengan demikian, kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki need of affiliation yang tinggi. Akan tetapi, sifat sosial masyarakat tersebut, cenderung lebih banyak berada pada kawasan masayarakat statis. Artinya, kegunaan SMS dalam kesehariannya, jauh lebih banyak dalam rangka pemenuhan hasrat need of affiliation-nya dibandingkan dengan kerangka yang lain. Misalnya: SMS sekadar menanyakan kabar, curhat, atau menggosipkan yang tidak perlu. Maka, berbicara efektifitas SMS, pada konteks ini, SMS cenderung digunakan masyarakat statis untuk efektifitas penguatan pola-pola hubungan sosial dan kekeluargaan. SMS mereka cenderung kurang efektif pada hal-hal yang informatif, namun sebetulnya tidak perlu dan atau tidak penting.
Akan tetapi, secara psikologis, justru SMS memunculkan bentuk-bentuk positif tertentu. Bagi mereka yang cenderung introvert (pendiam/pemalu), SMS dapat dijadikan sebagai alat latih ekspresi diri kepada seseorang yang ingin dikenalnya lebih dekat. Tidak jarang, pada realitas sehari-hari, dalam tindakan permintaan maaf, pernyataan cinta, pengungkapan puisi indah, atau memuji, seseorang tidak cukup berani untuk mengungkapkannya secara verbal. Maka, peran SMS menjadi signifikan dalam pengungkapan hal-hal tersebut. Pola verbal ditransformasi melalui medium teks dalam ungkapan yang dapat menjadi lebih elegan.
Sumber : www.scribd.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar