Entri Populer

Senin, 20 Desember 2010

Terlambat! Tapi masih tetap Setia dengan Indonesia!

Cristian Gerard Alvaro Gonzales yang biasa disebut Cristian Gonzales atau "El Loco" lahir di Montevedio, Uruguay. Pemain beposisikan sebagai penyerang murni (goalgetter) menginjakkan kaki d indonesia pada tahun 2003. Tim yang pertama kali dibelanya adalah PSM Makasar,dan pada tahun 2005 pemain yang bertinggi 1,78 m ini berlabuh ke Persik Kediri hingga tim kota tahu ini merebut gelar juara piala indonesia pada tahun 2006,sekaligus merengkuh top skor dengan mencetak 30 gol.Gelar top skor juga pernah didapat wktu memperkuat ttim PSM.Hebatnya dalam kurun waktu 5 tahun bermain di Liga indonesia Gonzales slealu menjadi top skor!.Setelah 3 tahun bersama Persik, pemain yang pernah membela timnas Uruguay U-20 pindah ke tim Maung Bandung hingga saat ini.
Keinginan El Loco untuk bisa memakai kostum timnas Indonesia sudah pernah dia utarakan waktu membawa persik juara (2006) dan waktu itu karier sang goalgetter pada puncaknya. Tapi keinginan itu sirna setelah PSSI menolak untuk menaturalisasi pemain bertubuh gempal ini dengan berbagai alasan dan keraguan serta banyaknya pro -kontra di masyarakat indonesia sendiri. Dengan semangat yang tak pernah padam serta rasa cinta dan setia pada Indonesia, Gonzales tetap ingin membuktikan bahwa dia layak memakai timnas Indonesia. akhirnya pada tahun 2010 ini gonzales mendapatkan Naturalisasi bekebangsaan Indonesia.

Menurut saya kehadiran pemain yang sudah berkepala tiga ini membawa dampak positif dan angin segar pada bentuk permainan timnas Indonesia. Walaupun Naturalisasi yang sangat terlambat!tetapi Cristian Gonzales memberi warna dan harapan rakyat indonesia yang sangat rindu dengan kemenangan dan juara tentunya!.

Senin, 13 Desember 2010

Sri Sultan Minta Referendum

Sultan Hamengku Buwono X
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta penentuan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih secara langsung harus disepakati melalui referendum. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat, kata penguasa Yogyakarta itu, tak bisa menentukan itu sendiri.

“Yang berhak menentukan apakah Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dengan pemilihan atau penetapan adalah rakyat Yogyakarta sehingga ketika pemerintah pusat menentukan adanya pemilihan untuk jabatan gubernur dan wakil gubernur maka harus dilakukan referendum terlebih dahulu,” kata Sultan di Yogyakarta, Selasa, 28 September 2010.

Sultan menegaskan saat ini tidak perlu meributkan pemilihan atau penetapan untuk jabatan gubernur maupun wakil gubernur, namun yang lebih penting adalah menanyakan langsung kepada rakyat Yogyakarta sendiri. “Dari pada ribut penetapan atau pemilihan, kalau berani pemerintah pusat referendum saja, karena hak menentukan itu ada di tangan rakyat. Tanya pada rakyat kan podo karo (sama saja) referendum,” kata Sultan.

Lebih lanjut Sultan menyatakan, secara historis Provinsi DIY jadi daerah istimewa karena tunduk pada konstitusi. Almarhum Sri Sultan HB IX dan Sri Pakualam VIII, saat Indonesia diproklamasikan merdeka, mengirim telegram ke Presiden Soekarno mengucapkan selamat dan mendukung kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI tanggal 18 Agustus 1945 memutuskan konstitusi UUD 1945, ada pasal 18 tentang hak asal usul dan pasal 91 tentang peralihan Yogya. Tanggal 19 Agustus 1945 Presiden Soekarno menandatangani kedudukan Sri Sultan dan Paku Alam sebagai pimpinan daerah istimewa.

Soal posisi pimpinan daerah ini menjadi isu krusial dalam penggodokan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta. Ada dua pilihan, Gubernur Yogyakarta ditetapkan berada pada Sultan Yogyakarta dan pilihan kedua, melalui pemilihan secara langsung.

“RUUK saat ini masih di pemerintah pusat dan saya akan melihat perkembangan politiknya,” ujarnya.



sumber: vivanews

AFRIKA TERBELAH

Retakan yang terjadi daerah bumi afrika 



Umumnya, pembentukan sungai, laut, atau gunung terjadi dalam waktu yang sangat lambat. Namun, kasus yang terjadi di Afar, kawasan utara Ethiopia, lain dari yang lain. Sebuah samudera mulai terbentuk dengan kecepatan luar biasa, untuk ukuran standar geologi.
Pada tahun 2005, Dereje Ayalew dan rekan-rekannya yang merupakan geolog dari Addis Ababa University terkejut, dan bahkan ketakutan. Bagaimana tidak, mereka baru saja turun dari helikopter dan menginjakkan kaki di dataran gurun di Ethiopia, saat bumi yang mereka pijak berguncang.
Sontak, pilot berteriak memanggil mereka kembali ke helikopter, dan benar saja. Seketika itu Bumi terbelah. Retakan tanah membuka dengan cepat dan bergerak menuju ke arah peneliti layaknya ritsleting yang membuka.

Fenomena Abnormal
Normalnya, perubahan yang terjadi pada permukaan Bumi nyaris tidak kentara. Seumur hidup manusia terlalu singkat untuk menyaksikan sungai berbelok arah, gunung bertambah tinggi, atau terbukanya lembah baru.
Akan tetapi, di Afar, dalam beberapa bulan muncul ratusan celah yang memisahkan dasar gurun. Di saat yang sama, ilmuwan mendapati kenaikan ketinggian magma dari dalam Bumi semakin mendekati permukaan tanah.
Magma ini nantinya akan membentuk basal yang menjadi dasar samudera. Secara geologi, Seperti dikutip dari Spiegel, 13 Desember 2010, tak lama kemudian air dari Laut Merah akan memenuhi kawasan yang turun tersebut. Samudera akan lahir dan memecah Afrika.
Fenomena dramatis yang disaksikan Ayalew dan rekan-rekannya di gurun pasir Afar pada 26 September 2005 lalu merupakan bukti nyata proses itu. Terbukanya celah diikuti gempa bumi yang berlangsung terus menerus selama seminggu.
Dalam beberapa bulan kemudian, ratusan celah lain muncul di tanah, menyebar di kawasan seluas sekitar 900 kilometer persegi. “Bumi tidak berhenti bergerak setelahnya,” kata Tim Wright, geofisikawan dari University of Oxford. “Tanah masih terus terbelah dan tenggelam. Gempa bumi kecil masih terus mengguncang kawasan itu,” ucapnya.
Segitiga Afar, yang memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, merupakan retakan terbesar di Bumi. Di bawahnya, ada tiga lempeng tektonik di mana lempeng Afrika dan Arab semakin menjauh dengan kecepatan 1 sampai 2 sentimeter per tahun. Ketika dua lempeng bergerak menjauh, tanah di atasnya anjlok dan menyediakan ruang untuk menampung air dari Laut Merah.
Pergerakan Tektonik
Lempeng bumi yang terus bergerak mengakibatkan Segitiga Afar tenggelam dengan cepat. Bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini, dataran tinggi yang mengelilingi penurunan Afar masih mampu mencegah air dari Laut Merah masuk ke kawasan ini. Akan tetapi, erosi dan pergerakan lempeng tektonik terus menurunkan ketinggian benteng alami tersebut. Belum lagi banjir yang rutin melanda kawasan itu.
Sumber magma Afrika adalah sebuah aliran batuan lunak raksasa di perut Bumi dan memotong melintasi benua Afrika. Proses pergerakan magma ini dimulai sekitar 30 juta tahun lalu saat pertamakali lava berhasil mencapai lempeng benua dan kemudian memisahkan semenanjung Arab dengan Afrika dan menghasilkan Laut Merah.
Rangkaian gunung berapi yang berjajar sepanjang sekitar 6 ribu kilometer di bagian timur Afrika juga memberikan bukti bahwa benua Afrika sedang terbelah. Di beberapa bagian, kerak bumi sudah mulai terbuka dan memungkinkan magma di bawahnya merangsak naik.
Dari Laut Merah di utara, sampai ke Mozambik di selatan, lusinan gunung berapi telah terbentuk. Gunung Kilimanjaro dan Nyiragongo merupakan dua yang terpopuler.
Menurut geofisikawan, dalam 10 juta tahun ke depan, gunung-gunung berapi aktif ini dan juga kawasan dataran di sekitar retakan-retakan Afar, pada akhirnya akan tenggelam ke dalam laut.

sumber: Vivanews,muhammad firman

Minggu, 12 Desember 2010

Sejarah Musik Reggae

Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru" yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums" (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat "bop". Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian "skankin" pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta "ska". Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan "Rock Steady" yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

Bob Marley tentunya adalah bintang musik "dunia ketiga" pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya "The Harder they Come" pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini. Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang 'berkotbah' dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. "Reg-ay" bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang 'dibalik' dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika - Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi 'lubang - lubang' iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi. Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plustarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan. Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya 'Dancehall' Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.

Sumber : Tabloid Hot Music

Bahasa walikan ciri khas Arek Malang

Bahasa Walikan merupakan ciri khas dari Arek Malang,walaupun diberbagai daerah juga ada bahasa walikan,tetapi bahasa yang digunakan arek-arek malang ini sangat gampang di eja dan diucapkan. Bahasa walikan mulai zaman penjajahan sudah ada dan digunakan oleh para pejuang GRK (Gerilya Rakyat Kota),fungsinya sbagai kata sandi utk mengelabui para penjajah dalam berkomunikasi,sehinnga apa yang dirahasikan oleh pejuang-pejuang tidak bocor dan terdengar oleh penjajah. Berawal dari kegagalan-kegagalan yang sering terjadi, para pemuda pejuang itu akhirnya menemukan, bahwa hal itu terjadi karena adanya antek atau mata-mata yang disusupkan oleh Belanda di kalangan mereka sendiri, maka untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, dari pemikiran cerdas salah seorang pemuda di kelompok tersebut, lahirlah osob kiwalan atau boso walikan, bahasa yang dibolak-balik untuk digunakan sebagai bahasa resmi di kalangan mereka. Dan setelah osob kiwalan itu digunakan, memang dapat ditangkap beberapa mata-mata yang menyusup di pasukan pemuda tersubut dengan cara mengajak berkomunikasi dalam boso walikan, sehingga mata-mata tersebut tidak mengerti dan tidak paham, mata-mata itu kebanyakan menyamar sebagai penjual jajanan dan rokok, kadang menyamar sebagai pelayan warung . Maka setelah osob kiwalan itu digunakan, pasukan GRK itu jadi semakin solid dan tidak mudah dipatahkan gerakannnya, karena para anggota GRK senantiasa berkomitmen untuk menjaga rahasia dan selalu berkomunikasi antar anggota dengan osob kiwalan.

Tapi sayangnya pemuda cerdas pencipta osob kiwalan itu, Suyudi Raharno, gugur dalam pertempuran sengit di pagi buta pada september 1949 di wilayah dusun Genukwatu. Genukwatu yang sekarang disebut daerah Purwantoro. Dan jazad beliau sekarang terbaring damai di Taman Makam Pahlawan Suropati Malang. Dan Wasito yang membantu terciptanya osob kiwalan itupun, sebelumnya juga telah mendahului gugur di palagan atau medan laga pada waktu pertempuran di Gandongan, yang kalau sekarang disebut daerah Pandanwangi, daerah diseputar Jl. LA Sucipto – Kalisari – Wendit. Dan jazad beliaupun juga telah terbaring damai di TMP Suropati. Tapi sayangnya dari pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan belum ada itikad baik untuk memberi penghargaan dan  melestarikan nilai-nilai perjuangan kedua orang pejuang yang telah mengharumkan Bangsa dan Negara, dan Malang Raya khususnya. Dan bagaimanapun juga terciptanya osob kiwalan itu merupakan suatu hal yang kreatif dan menambah keanekaragaman khazanah bahasa dan budaya tanah air, disamping muatan nilai-nilai perjuangannya yang agung . Dan kita sebagai warga Malang raya sudah seharusnya tidak usah malu dan merasa kampungan untuk mulai menggunakannya lagi untuk bahasa pergaulan sehari-hari atau bahasa sosialita, karena dengan melakukan itu, berarti kita sudah ikut melestarikan dan menghargai nilai-nilai perjuangan yang telah dicanangkan oleh para pendahulu kita, yang telah gugur sebagai tumbal dan pengharum Ibu Pertiwi yang kita cintai semua.

 Sampai saat ini pun bahasa walikan masuh tetap digunakan oleh semua masyarakat malang. Dan bisa dikatakan bahasa walikan kota malang adalah salah 1 ciri khas arek malang dan salah 1 budaya yang tidak hilang ditelan zaman.

Senin, 06 Desember 2010

Coban Jahe

Nama Jahe, sebenarnya diambil dari Bahasa Jawa ‘Pejahe’ yang berarti meninggal dunia. Nama itu muncul, setelah sekitar satu regu tentara (TNI, sekarang) di bawah komando Ali Murtopo melakukan perlawanan terhadap pemerintah Belanda.
Hanya saja, perjuangan itu harus berakhir dengan di luluh-lantakkannya perbukitan di sekitar pintu masuk Coban Jahe dengan bom-bom yang dilontarkan dari atas pesawat. Mereka yang tewas karena tembakan bom ini, dibiarkan begitu saja oleh Belanda. Sebaliknya, warga sekitarlah yang kemudian mengumpulkan jenazah yang saat itu meninggal dimana-mana untuk dikebumikan.
Seiring bergantinya waktu, nama ‘Pejahe’ pun lama-kelamaan berganti Jahe. Begitu juga nama makam, mereka yang dikebumikan pun dibuatkan tempat peristirahatan terakhir bernama Makam Pahlawan Kali Jahe. Keberadaan Makam Pahlawan Kali Jahe sendiri, bisa dijumpai sekitar 50 meter, tatkala sebelum pintu masuk Coban Jahe.
Di sisi kanan jalan, berdiri pembatas sederhana berukuran segi empat yang di tengahnya terdapat sebuah tugu. Di pintu masuk yang menghadap ke jalan itu pula, bisa dijumpai sebuah nama makam Pahlawan Kali Jahe.
 WISATA plus tantangan. Begitulah kesan yang muncul tatkala datang ke air terjun Coban Jahe di Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung. Bagaimana tidak, air terjun yang menyeguhkan kealamian alamnya itu juga menghadirkan tantangan untuk pengunjungnya. Berikut laporan wartawan Malang Post, Sigit Rokhmad.

Berkunjung ke Coban Jahe, anda akan dibuat terkesima dengan kondisi alam sekitarnya. Maklum, di sekitar kawasan air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter hingga 45 meter itu, dedaunan dan rerumputan dibiarkan tumbuh bebas. Sehingga tidaklah heran bila bebatuan licin dan rerimbunan tanaman bisa dijumpai di sekitar derasnya debur air.
Tak hanya itu, di setiap sisi air terjun bisa dijumpai pula cadas-cadas berukuran raksasa memperkokoh kondisi Coban Jahe. Sementara di sisi lainnya bebukitan hijau menjulang tinggi.  Kealamian lain yang bisa dinikmati adalah akses jalan menuju ke lokasi yang masih dalam kawasan Perhutani RPH Sukopuro-Jabung. Dari pintu masuk Coban Jahe, anda akan mendapati jalan setapak berupa tanah liat.
Sementara sekitar 100 meter dari pintu masuk ke arah air terjun, juga akan didapat hamparan tanah kosong yang oleh pengunjung biasanya dimanfaatkan untuk memarkir motor yang dibawa. Di sekitar lokasi ini, pohon Mahoni cukup banyak. Tantangan lain yang bisa dinikmati dari perjalanan ke Coban Jahe, yakni akses jalan menuju ke lokasi. Selain di kanan-kiri jalan terdapat sawah dan kebun ubi, kondisi jalannya juga masih dibiarkan tanah liat. Bahkan, sesekali tanah liat tersebut juga berlubang.
Selain akan menemui jalan setapak juga bisa didapati jalan dari bebatuan tajam atau jalan makadam. Posisinya pun, berada di jalan tanjakan dan menurun ke arah lokasi wisata. Bagi anda yang suka dengan wisata plus tantangan, tidak ada salahnya mengunjungi air terjun Coban Jahe di Jabung.

Kamis, 25 November 2010

Pasca Letusan Merapi

 Kedahsyatan "Wedus Gembel" atau awan panas yang meluncur 05 November 2010 lalu menyebabkan begitu banyak kerusakan serta memakan korban jiwa dalam jumlah tidak sedikit.
hamparan pasir
Saya dan beberapa teman nekad melakukan perjalanan ke lokasi bencana Merapi pagi itu, walaupun sebenarnya belum ada ijin untuk melakukan pemotretan di lokasi ini.
kami menelusuri jalan "tikus" untuk mencapai lokasi ini, karena jalan utama sudah pasti ditutup dan tidak dapat dilewati oleh siapapun yang tidak berkepentingan. Saat akan memasuki daerah Cangkringan, Umbulharjo kami sempat bertemu petugas yang mengamankan batas aman Merapi,. Beliau menyarankan agar kami tidak melanjukan perjalanan dengan mempertimbangkan beberapa alasan, salah satunya keselamatan kami nantinya.
Namun,peringatan itu tidak menyurutkan niat kami untuk menyaksikan langsung keadaan lereng Merapi pasca letusan dahsyat 3 pekan lalu. 


kering
Pemandangan yang terbentang di hadapan kami hanya padang pasir berdebu dan berbatang-batang pohon tumbang yang daunnya tak lagi berwarna hijau. Tempat kami berpijak penuh dengan debu yang masih terasa hangat di kulit. Takut dan sedih menyaksikan itu semua ada di hadapan kami saat ini, namun keingintahuan kami terus mendorong langkah kaki kami untuk menelusuri padang pasir tersebut.




Akhirnya kami tiba di Padukuhan Ngepringan yang berjarak 10 Km dari puncak Merapi tengah hari, keadaan di sana begitu mencekam. Hanya suara gemuruh Merapi dan "raungan" lalat yang mengerumuni bangkai ternak yang menjadi korban awan panas yang terdengar di sana. Bau Bangkai yang masih begitu menyengat sangat mengganggu penciuman, sementara masker yang kami gunakan untuk melindungi sistem pernafasan kami pun tak banyak membantu. 

wedus gembel?
tinggal kenangan
Kami menemukan perkampungan yang sudah tak berpenghuni di balik hutan "gosong". Seluruh rumah sudah ditinggalkan pemiliknya mengungsi untuk menyelamatkan diri saat erupsi terjadi. Rumah yang ditinggalkan secara terburu-buru oleh pemiliknya menjadi saksi yang mampu menceritakan kedahsyatan awan panas yang menghantam mereka dini hari tersebut. Beberapa rumah roboh dan rata dengan tanah, yang mampu bertahan dan tetap berdiri tak luput mengalami kerusakan. Pintu, jendela, atap bahkan perabot di dalam rumah ikut menjadi korban. 
masih ada yang hidup
Karena jaraknya yang begitu dekat dengan puncak Merapi tak ada yang berani menginjakkan kakinya untuk berlama-lama berada di sana, termasuk kami. Kami segera memutuskan kembali ke kota Yogyakarta setelah mengobati rasa penasaran kami terhadap lereng Merapi yang sebelumnya kami kunjungi akhir Oktober lalu.Keadaan telah berubah 180 derajat.  Semoga sepenggal cerita ini mampu menggambarkan sedikit keadaan di sana pada seluruh pembaca. Terima Kasih.